Perumusan Masalah dan Cara Pemecahannya

Pada dasarnya suatu penelitian muncul karena ada masalah tertentu. Masalah tersebut dapat diperoleh dan pengamatan-pengamatan yang dilakukan terhadap gejala-gejala yang muncul di alam.

Berdasarkan permasalahan tersebut, seorang peneliti menyusun sebuah rancangañ penelitian. Perumusan masalah inilah yang menjadi langkah awal dalam menyusun sebuah penelitian. Tahukah Anda bagaimana cara merumuskan masalah yang baik dalam penelitian? Pelajarilah materi ini untuk mengetahui jawabannya.

1. Sumber masalah

Setiap manusia memiliki rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang baru walaupun sering kali tingkatannya berbeda-beda. Rasa ingin tahu tersebut biasanya diungkapkan dengan mengajukan pertanyaan. Mengajukan pertanyaan pada dasarnya adalah mengidenfitikasi masalah, karena masalah adalah pertanyaan yang hendak dicari jawabannya.

Masalah penelitian dapat diangkat dan masalah yang ditemukan di lingkungan atau dan permasalahan konsep yang telah dimiliki:

Berikut ini sumber-sumber masalah dalam bidang sains.
  1. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan. 
  2. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan. 
  3. Terdapat keinginan mengembangkan hash penelitian.
  4. Terdapat penyimpangan pada proses penelitian yang dhlakukan terdahulu. 

2. Perumusan masalah yang baik

Setelah dapat menemukan. masalàh yang. baik,- maka selanjutnya peneliti harus dapat merumuskan masalah denigan balk dan benar. Berikut ini syarat perumusan masalah yang balk dan benar.
  1. Masalah harus feasible, artinya masalah teršebut harus dapat dicarikan jawabannya melalui sumber yang jelas, tidak banyakmenghabiskan dana, tenaga, dan waktu. 
  2. Masalah-harus jelas, yaitu semua orarig memberi persepsi yang sama terhadap masalah tersebut.
  3. Masalah harus signifikan, artinya jawaban masalah yang diberikan harus. memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah kehidupan manusia. 
  4. Masalah bersifat etis, yaitu tidak berkenaan dengan hal-hal yaig melanggar etika, mõral, nhlai-nilai keyakinan, dan agama. 
Rumusan masalah yang baik hendaknya menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih dan dinyatakan dalam bentuk kalimat ‘tanya atau kalimat pernyataan yang secara ¡mplisit mengándung masalah.

Terdapat beberapa macam bentuk masalah sebagai berikut. 

a. Permasalahan deskriptif 

Permasalahan deskriptif adalah suatu permasalahan yang berkenaan dengan variabel mandiri, yaitu tanpa membuat perbandingan dan hubungan.
  1. Seberapa tinggi produktivitas hasil pertanian dengan sistem sawah tadah hujan? 
  2. Berapakadar vitamin C pada beberapa jenis jeruk? 

b. Permasalahan komparatif 

Permasalahan komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan ‘ keberadaan suatu variábel pada dua sampel atau lebih. . .

  1. Adakah perbedaan produktivitas hasil pertanian antara sistem sawah tadah hujan dan sawah irigasi? 
  2. Adakah perbedaan tinggi batang antara tanaman jagung yang ditanam di tanah berlumpur tanah pasir, dan tanah biasa?

c. Permasalahan asosiatif

Permasalahan asosiatif adalah suatu pernyataan penelitian yang bersifat menghubungkan dua variabel atau lebih
  1. Adakah pengaruh frekuensi merokok terhadap kualitas kesehatan? 
  2. Seberapa besar pengaruh tingkat manisnya buah terhadap banyaknya serçiut yang datang?

3. Fungsi perumusan masalah

Dalam sebuah penelitian, perumusan masalah memiliki fungsi sébagai berikut.
  • Sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan peqelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan. 
  • Sebagai pedoman, penentu rah atau fokus dan suatu penelitian. Perumusan masalah ini tidak berharga mati, akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah peneliti sampal di, lapangan.
  • Sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti, serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti, karena melalui perumusan masalah peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya. 
  • Dengan adanya perumusan masalah penelitian, maka para peneliti menjadi lebih mudah menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian.

Comments